Tuesday, May 7, 2013

Pengertian Bunyi



I. Bunyi
          Bunyi adalah hasil dari suatu getaran, dapat didengar melalui zat perantara dan tidak dapat merambat di ruang hampa.
Syarat terjadinya  bunyi :
a) Adanya sumber bunyi (benda yang bergetar)
b) Adanya zat perantara (padat, cair, gas) 
c) Adanya alat pendengar
         
Faktor yang memengaruhi bunyi :
1. Frekuensi Bunyi
          Frekuensi bunyi menentukan tinggi rendahnya bunyi. Berdasarkan frekuensinya, bunyi dikelompokkan menjadi:
a. Bunyi audio (audiosonik), yaitu bunyi yang frekuensinya antara 20Hz sampai 20.000Hz. Frekuensi ini merupakan daerah pendengaran manusia.
b. Bunyi infrasonic, yaitu bunyi yang frekuensinya kurang dari 20Hz. Beberapa hewan (jangkrik dan anjing) dapat mendengarkan suara ini.
c. Bunyi ultrasonic, yaitu bunyi yang frekuensinya lebih dari 20.000Hz. Ada hewan yang dapat mendengarkan bunyi ultrasonic, seperti lumba-lumba dan kelelawar.. Frekuensi ini merupakan daerah pendengaran manusia.
2. Intensitas dan kuat bunyi
          Intensitas suatu gelombang bunyi bergantung pada besarnya energi dalam setiap gelombang. Energi ini menentukan amplitude gelombang tersebut. Intensitas suatu gelombang bunyi meningkat, maka amplitudonya meningkat. Adapun kuat bunyi adalah tanggapan manusia terhadap intensitas bunyi. Semakin tinggi intensitas dan amplitudonya, semakin keras bunyi tersebut.
          Kuat bunyi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu
a. Amplitudo sumber bunyi
b. Jarak antara sumber bunyi dengan pendengar
c. Resonansi
d. Adanya dinding pemantul
          Taraf intensitaf  bunyi adalah sebuah skala untuk mengukur intensitas bunyi. Taraf intensitaf diukur dalam satu satuan desibel (dB).
3. Warna Bunyi/Timbre
          Warna bunyi/timbre adalah perbedaan bunyi antara dua bunyi yang frekuensi dan amplitudonya sama. Faktor yang menimbulkan warna bunyi adalah perbedaan jenis sumber bunyi.
         
Pemantulan Bunyi :
1. Hukum Pemantulan Bunyi
a. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada suatu bidang datar.
b. Besar sudut datang sama dengan sudut pantul.
2. Macam-Macam Bunyi Pantul
          Berdasarkan jarak antara pendengar dan pemantul, dibedakan menjadi 3 macam  :
          a. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi aslinya
Terjadi jika jarak antara pendengar dan bidang pemantul sangat dekat. Karena jaraknya sangat dekat, bunyi asli terdengar bersamaan dengan bunyi pantul
          b. Gaung atau kerdam
Gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi aslinya tetapi bunyi asli belum berhenti. Hal ini terjadi jika jarak sumber bunyi dengan bidang pantulnya agak jauh, sehingga bunyi pantul yang dihasilkan akan menggangu bunyi aslinya.
          c. Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi aslinya berhenti. Hal ini terjadi jika jarak antara sumber bunyi, jauh, dengan sumber pantulnya.
3. Manfaat Pemantulan Bunyi
          a. Untuk mengukur ketebalan plat logam.
          b. Untuk melakukan survei geofisika antara lain sebagai berikut :
1) Mendeteksi, mentukan lokasi, dan mengklasifikasikan gangguan dibumi atau untuk menginformasikan gangguan dibumi.
2) Untuk mendeteksi lapisan batuan yang mengandung endapan minyak.
          c. Untuk menentukan cepat rambat bunyi diudara.
          d. Untuk mendeteksi cacat atau retak pada logam
e. Pada kapal penangkap ikan digunakan untuk menentukan lokasi yang    banyak ikannya.
f. Pada kapal selam, ikan lumba-lumba, dan kelelawar digunakan untuk melihat kedepan.
g. Untuk mengukur kedalaman laut atau goa.

     Pada kapal dipasang alat yang dapat memancarkan dan menerima pulsa ultrasonik, yang disebut fathormeter. Ketika pulsa mengenai dasar laut, pulsa akan dipantulkan kembali kea lat pemerima (fathometer). Semakin besar selang waktu antara pengiriman pulsa dengan penerimaan pulsa, berarti laut semakin dalam. Untuk menentukan kedalam laut (s) jika diketahui cepat rambat bunyi (v) dan selang waktu (t) penerimaan pulsa adalah :
          h. Untuk bidang kedokteran
Ultrasonik juga bermanfaat dalam kedokteran misalnya, pada    pemeriksaan USG (ultrasonografi). USG digunakan oleh dokter untuk memeriksa bayi yang ada di dalam kandungan.

II. Bunyi Sebagai Gelombang Longitudinal
         
Benda yang dipukul akan bergetar. Getaran benda tersebut akan merambat sampai ke telinga manusia sehingga manusia dapat mendengar bunyi benda yang dipukul tersebut.

Gelombang bunyi memiliki rapatan dan renggangan yang mirip dengan gelombang bunyi di udara, yaitu rapatan dan renggangan molekul-molekul udara saat ada benda yang bergetar. Rapatan dan renggangan molekul-molekul udara ini akan merambat ke telinga kita sehingga kita dapat mendengar.
         
Gelombang yang dalam rambatannya membentuk rapatan dan renggangan disebut gelombang longitudinal. Jadi, gelombang bunyi termasuk gelombang longitudinal.


III. Medium Bunyi
          Bunyi dapat didengar setelah melalui zat perantara (media). Tanpa adanya zat perantara, bunyi tidak dapat didengar. Jadi, bunyi merambat memerlukan zat perantara dan tidak dapat merambat di ruang hampa.
          Sebuah jam beker dimasukkan kedalam penyungkup. Bunyi detakkannya masih terdengar dengan jelas. Akan tetapi, setelah udara dalam penyungkup dipompa keluar, sedikit demi sedikit bunyi detak jam beker tidak terdengar lagi. Hal ini membuktikan bahwa bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa.
          Syarat terjadinya bunyi:
                   a. Ada sumber bunyi.
b. Ada zat perantara (medium) dapat berupa zat padat,zat cair, maupun gas.
c. Ada pendengar.

IV. Cepat Rambat Bunyi
Cepat rambat bunyi adalah jarak yang ditempuh dan sumber bunyi ke pendengar dalam selang waktu tertentu. Atau, cepat rambat bunyi adalah hasil bagi antara jarak tempuh dengan waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat.




0 komentar:

Post a Comment